Hasbunallohu Wani’mal Wakiil

Hati ini kacau layaknya perahu yg di hantam gelombang saat ia coba merantau. Bahasa hati yg tak semua mengerti saat sedih dan galau dengan alur kehidupan, saat semangat itu hilang, saat tak mampu dapatkan keinginan dan saat tak ada lagi yg menjadi sandaran, hanya diam dikala sinar terang rembulan yg sedikit dapat cairkan kesedihan, lalu berbicara perlahan dengan diri sendiri “akankah langkah ini terhenti disini?” dan hatipun tak membalas pertanyaan itu, sampai akhirnya apa yg ia kerjakan selalu menjadi hal yg tidak sempurna, selalu di salahkan, selalu dihinakan dan selalu di anggap tak benar padahal bukan orang yg menilai tapi Alloh yg Maha Tahu akan hati seseorang tapi mengapa semakin ke arah kedewasaan semakin terlihat kehancuran. Mungkin doaku sederhana saja yakni “semoga aku selalu dalam lindungan-Nya” (Hasbunallohu wani’mal wakiil)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s